Tetap Produktif di Tengah Pandemi COVID 19 (Perspektif Administrasi Bisnis)

Revolusi industri 4.0 mampu mengubah segala sendi kehidupan masyarakat dari mulai pola perilaku, gaya hidup, cara orang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidup, metode kerja, transaksi keuangan, peluang bisnis dengan berbagai kompleksitas adaptasi, dan tranformasi pengalaman hidup dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia. Perkembangan revolusi industri 4.0 menghadapi berbagai tantangan, tidak hanya sumber daya manusia yang mampu menguasai IPTEk, tetapi lebih besar tantangannya yaitu penyebaran wabah Covid-19. Virus COVID-19 masuk di Indonesia pertama muncul di kota Depok, Jawa Barat. Tak hanya menyerang kesehatan kini COVID-19 juga menyerang perekonomian masyarakat Indonesia. Adanya PSBB, karantina mandiri, diliburkannya sejumlah sekolah, kampus, dan beberapa perusahaan menerapkan kebijakan work from home/ kerja di rumah membuat sejumlah masyarakat harus kehilangan rutinitas kesehariannya. Bahkan lebih parahnya ada beberapa masyarakat yang harus kehilangan pekerjaannya karena diPHK, kehilangan konsumen, dan bangkrutnya beberapa usaha mikro, kecil dan menengah. Virus COVID-19 membuat aktivitas bisnis terkendala, tak hanya membunuh jiwa dan raga manusia tetapi merambat membunuh perekonomian sejumlah orang bahkan beberapa negara harus mengalami inflasi akibat krisis ekonomi yang terjadi. Gita Gopinath penasihat ekonomi IMF memaparkan bahwa tahun ini  ekonomi global akan mengalami resesi terburuk sejak depresi besar melampaui krisis keuangan gloval satu dekade lalu dan diproyeksikan akan terjadi penyusutan pertumbuhan global secara dramatis.

Sebagai seorang mahasiswa seharusnya memiliki jiwa yang produktif dan memanfaatkan waktu di rumah dengan bijak. Jika setelah karantina mahasiswa tidak memiliki skill baru, pekerjaan sampingan baru, atau pengalaman baru berarti mahasiswa tersebut tidak kekurangan waktu, tetapi belum menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Adanya wabah COVID-19 membuat aktivitas monoton hanya di rumah, kerja tugas, dan selebihnya bermain smarthphone. Akibatnya rasa bosan dan stress mulai menghampiri, kata anak muda “jiwaku meronta-ronta ingin keluar” itulah ucapan yang kerap kali keluar dari mulut anak muda entah di media sosial maupun curhat dengan teman sebayanya. Sebagai mahasiswa yang merupakan agent of change bangsa, tak sepatutnya hanya bersantai ria, cobalah buka pemikiran  dan cara pandang, serta lakukan kegiatan yang bermanfaat untuk membawa keuntungan entah untuk diri sendiri maupun orang lain.

Adanya COVID-19 membuat setiap orang hidup di dalam ketidakpastian maka dari itu mahasiswa harus mampu melihat peluang dan berinovasi dengan cara menciptakan ide bisnis yang sesuai dengan kondisi saat ini. Ada beberapa hal yang bisa mahasiswa lakukan selama di rumah untuk mendapatkan penghasilan dan skill baru. Berikut ini adalah beberapa peluang bisnis yang bisa mahasiswa lakukan.

  • Peluang Bisnis Online (E-Business)

Mungkin tak disadari beberapa dari mahasiswa memiliki sebuah modal yaitu kuota atau wifi. Ya, hanya dengan bermodalkan kuota/ wifi mahasiswa dapat menghasilkan pundi-pundi uang. Mahasiswa dapat menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter dan WhatsApp untuk memasarkan produk jualannya. Di era COVID-19 membatasi masyarakat untuk berbelanja secara offline sehingga banyak masyarakat yang berbelanja secara daring. Selain itu mahasiswa dapat menggunakan berbagai paltform perdagangan elektronik seperti Shopee, Bukalapak, Lazada, Tokopedia dan sebagainya untuk memasarkan produknya. Jika mahasiswa tidak mempunyai produk sendiri, tak perlu khawatir karena  dapat bergabung menjadi reseller atau dropshipper.

  • Bisnis di bidang kesehatan

Sebagai seorang pembisnis seharusnya mampu melihat kebutuhan masyarakat. Sekarang masyarakat sangat memerlukan berbagai peralatan kesehatan untuk menghadapi COVID-19. Nah, mahasiswa Dapat menjual berbagai peralatan yang masyarakat butuhkan seperti cairan disinfektan, hand sanitizer (home made), masker kain model lucu dan menarik, sarung tangan kesehatan, pembuatan APD, vitamin, tanaman rempah-rempah seperti jahe, temulawak, dan sebagainya, serta jamu-jamuan yang membuat daya tahan tubuh sehat.

  • Content Creator

Generasi muda dan milenial kerap kali banyak menggunakan media sosial untuk menonton konten yang mengangkat hal-hal yang paling dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Nah, bagi mahasiswa yang memiliki bakat untuk tampil percaya diri di depan kamera mungkin inilah saatnya untuk menampilkan diri dengan berkonten dan menciptakan sesuatu menjadi apa yang diinginkan secara visual. Mahasiswa dapat membuat konten di Youtube atau Tiktok sebagai paltform video yang akhir-akhir ini banyak diakses oleh banyak orang. Tentu mahasiswa harus memiliki ide topik yang kreatif agar banyak menarik minat para penonton.

  • Bisnis Makanan

Selama masa karantina mandiri banyak sekali kaum hawa yang melatih skill kemampuannya dalam bidang kuliner. Tentu hal ini berdampak positif tak hanya untuk keluarga tetapi kita bisa menggunakan skill memasak untuk menghasilkan keuntungan dengan menjual hasil masakan secara online. Banyaknya waktu berdiam diri di rumah terkadang membuat sebagian orang terus merasa lapar. Nah, mahasiswa dapat menjual hasil masakan tersebut tetapi diperlukan sebuah inovasi yang unik dan berbeda dari masakan lain agar makanan yang jual memiliki nilai lebih.

  • Desain Grafis

Mahasiswa yang memiliki keahlian di bidang grafis, hanya bermodalkan software dan jaringan internet dapat menjual jasa desain grafis tersebut melalui marketplace yang menyediakan jasa jual beli desain grafis. Mahasiswa dapat membuat portofolio desain grafis yang menarik untuk ditawarkan kepada konsumen.

  • Tutor

Mahasiswa dapat menjadi pengajar online dalam bidang dan keahliannya. Era pandemi banyak masyarakat yang menghabiskan diri di rumah dan mencari produktivitas. Mahasiswa dapat mendaftarkan diri di lembaga online tertentu atau menawarkan sendiri jasanya kepada adik-adik yang ingin diajar.

  • Penulis lepas

Mahasiswa dapat mencari lowongan sebagai freelance penulis artikel di beberapa perusahaan. Biasanya perusahaan menggunakan jasa penulis lepas untuk membuat artikel yang dihargai  berkisar 25.000-100.000 per artikel untuk 1000 kata. Jika sehari mahasiswa dapat membuat 1 atau 2 artikel, maka penghasilan yang diterima minimal satu juta per bulan.

Modal utama seseorang untuk meraih kesuksesan adalah kemampuan untuk mengelola dan mengerjakan apa yang ada di sekitarnya. Sebagai seorang mahasiswa, masa pandemi korona dapat dijadikan waktu yang tepat untuk menggali potensi dan pengetahuan sebanyak mungkin. Mahasiswa dapat mulai dengan membuat sebuah visi dan memahami apa yang menjadi hobby atau skillnya. Selain itu mahasiswa juga dapat mencoba mempelajari hal baru selama masa karantina mandiri. Kuncinya adalah tetap produktif untuk mengerjakan apa yang di sekitar dengan tekun. Seperti seorang yang bernama Bill Gates, beliau adalah pendiri Microsoft. Masa mudanya dipakai oleh Bill Gates untuk melakukan banyak kegiatan yang produktif dengan mulai mengerjakan dengan tekun apa yang ada di sekitarnya seperti rajin belajar dan membaca. “Saya sungguh memiliki banyak impian ketika masih kecil dan saya pikir hal itu tumbuh dari fakta bahwa saya punya kesempatan untuk banyak membaca,” kata Bill Gates.

Oleh :   Cindy Priskila Firhananto & Yuan Okta Putra

Departemen Pengembangan Profesi Himaistra 2020

Kabinet Sabha Pramukti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Selamat Datang | Audioman by Catch Themes