Surat Kecil untuk Maba -a new fantastic point for you.

Hai, selamat kalian para mahasiswa baru, selamat datang di dunia baru!.

Selamat ya kalian, pasti sedang feeling good lakesud nihh bisa keterima di  kampus impian. Bersyukullah kalian adalah golongan manusia yang diberi rahmat oleh Tuhan Yang Maha Esa karena telah mendapatkan universitas dan prodi impian yang diimpikan oleh banyak pemimpi. Dan yang pasti kalian harus siap dengan segala sesuatu yang baru.

Bisa dibayangkan bagaimana bahagianya kalian, dengan memposting foto yang ciamik dibalut dengan twibbon gemas dari universitas impian dan dihiasi komentar – komentar positif dari orang – orang tersayang, membuat orang tua merasa berhasil, teman – teman bahagia, bapak ibu guru semakin bangga, dan pacar pun akan makin sayang. Cielah.

Realitanya untuk sebuah twibbon itu legal disematkan pada foto kalian tidaklah semudah itu, semua membutuhkan perjuangan. Banyak manusia – manusia di luar sana yang ingin namun tidak kesampaian untuk memposting foto gemasnya dengan twibbon itu, sungguh kawan, itu sangat menyakitkan. Oleh karena itu, kalian para mahasiswa baru, bersyukur ya..

So, selamat menuntut ilmu di perguruan tinggi bagi kalian yang memenangkan pertarungan melawan beribu- ribu siswa yang ingin mendapatkan kesempatan seperti kalian. Banyak hal yang akan berubah dan berbeda di dunia perkuliahan nanti, yang pastinya jauh berbeda dengan status kalian sebelumnya yang sebagai siswa. Salah satunya adalah mengenai kemandirian dan tanggung jawab. Di dunia perkuliahan, dosen tidak lagi peduli apakah mahasiswanya sudah mengumpulkan tugas atau belum. Mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dan mandiri dalam apapun itu. Sukses atau tidak ada di tangan masing – masing, dan semua itu bisa kalian usahakan dengan baik.

Transisi dari siswa menjadi mahasiswa tentunya mengundang berbagai macam pertanyaan dalam benak mahasiswa baru. “Bagaimana nanti aku kedepannya?, apa yang seharusnya aku lakukan? apakah yang aku lakukan sudah benar?, etc.”  

Menjadi seorang mahasiswa memang masa yang membanggakan. Bagaimana tidak, setalah 12 tahun lebih terikat dengan berbagai peraturan yang mengekang, akhirnya dibebaskan mengekpresikan diri. Seperti halnya jadwal kuliah yang bisa diatur sesuai jam bangun, ke kampus bebas mix and match sesuai personality masing – masing, bebas nongkrong di mana aja dan kapan aja tanpa harus takut diomelin, dan yang pasti bagi anak kos bebas menentukan apa saja yang pengen mereka lakukan. Karena pada hakikatnya menjadi mahasiswa baru, berarti juga penuh dengan pengalaman baru. Artinya, kalian para maba akan dihadapkan oleh banyak hal –  hal baru yang bisa jadi belum kalian ketahui sebelumnya. Sehingga tidak jarang kebanyakan dari kalian merasa takut salah melangkah dan memilih untuk menjadi biasah – biasah saja, manut dengan peraturan yang ada, dan akhirnya muncul lah slogan maba dengan segala kepolosannya.

Ya, menjadi mahasiswa baru memang sulit – sulit gampang. Mereka dihadapkan dan dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang berbeda dengan sebelumnya. Sehingga tidak salah jika para maba merasa takut kalau ternyata apa yang mereka lakukan itu salah. Belum lagi kalau sudah berurusan dengan kakak tingkat yang seringkali merasa tau segalanya. Jiwa kepolosan mahasiswa baru pun mulai menampak di permukaan. Kebanyakan dari mereka bersikap seolah – olah menjadi penurut dan tidak jarang pula mudah terpengaruh dengan sosok kakak tingkat yang mereka anggap lebih berpengalaman. Iya sih bener walau mereka lebih berpengalaman, tapi bukan berarti tidak dapat salah juga kan.

Sebenarnya tidak masalah kalian para maba mau menjadi jenis maba yang polos, atau belang, atau apa dah itu terserah diri kalian masing – masing. Namun nih ya, yang terpenting adalah bagaimana kalian tau mana yang baik dan benar sehingga bisa membentengi diri dari hal – hal yang negatif, mampu beradaptasi sambil mengamati bagaimana kehidupan mahasiswa yang baru saja kalian cicipi serta mampu menjadi mahasiswa yang baik berdasarkan versi diri kalian masing – masing. Jadi, seperti itu.

Selain itu, Menjadi mahasiswa baru  sebenarnya tak seindah yang kita lihat  di sinetron atau film – film. Memang benar adanya, realita kadang tidak seindah ekspetasi. Jangan kira dengan bebas dari seragam sekolah kalian tidak akan lagi menjadi layaknya anak SMA. Pada kenyataanya seorang mahasiswa baru juga tetap masuk pagi hari, pulang sore hari, bahkan malam hari kalau ada tugas atau mengikuti kegiatan di luar kampus, rapat sana rapat sini,dan yang pasti tugas mahasiswa lebih menantang daripada seorang siswa.

Dunia kuliah itu ibaratnya a whole new world  buat kalian para mahasiswa baru. Agar bisa terus keep up dan tidak keteteran di lingkungan yang baru, tentunya kalian juga harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru itu. Mahasiswa baru tidak hanya dituntut untuk bisa beradaptasi dengan kampus, tapi juga diperlukan penyesuaian diri di perantauan. Apalagi kalau yang kampung halamannya di ujung dunia tuh dan harus berpikir seribu kali dulu jika mau beli tiket pulang.

Sebagai anak rantau baru sering kali dihadapkan dengan permasalahan – permasalahan. Terlebih permasahan yang menyerang batin para maba, ya sebut saja dia rindu. Seperti yang kita tahu rindu memang berat (kata dilan). Pada masa awal – awal menjadi mahasiswa baru yang akan jauh dari keluarga pasti merasa gampang banget kangen rumah, kangen mama, kangen masakan mama, kangen doi, pokoknya kangen semuanya. Tapi lama – kelamaan kalian pasti akan memahami arti kangen tersebut. Kalian dituntut pada kehidupan yang serba mandiri, serba hemat, serta tetap harus makan agar bisa bertahan hidup meskipun tidak ada yang ngingetin. 

Sebenarnya, kuliah dan menjadi mahasiswa itu enak kok ya meskipun tidak mudah. Akan menjadi enak dan nikmat jika kita enjoy dan lillhi ta’ala. Harapan yang sudah kalian bangun ya harus tetap dibangun, jangan diruntuhkan kalaupun nanti ketemu realita yang ternyata bikin pengen bilang “heala kok gini to, aku nyerah, aku males”. Lanjutkan mimpi kalian! Jangan berhenti, kaget boleh, bentar saja tapi. Hihi.

Meskipun penyakit homesick tersebut tidak bisa kalian hindari namun harus bisa kalian antisipasi. Karena bagaimanapun juga kelamaan kebawa nestapa kehomesickan juga tidak baik, berikut ada tips dan trik untuk kalian para mahasiswa baru agar cepat beradaptasi di lingkungan baru. Lets see ya…

Pertama, kalian bisa memanfaatkan media teknologi saat ini dengan tetap kontak keluarga secara berkala, tapi nggak peru terlalu sering. Setidaknya kangen kalian akan terobati.

Kedua, coba keluar dari zona rebahan dengan hangout bareng teman – teman, terutama yang sesama anak rantau. Selain dapat menghilangkan penat, kalian juga bisa saling berbagi cerita dan pengalaman dengan sesama anak rantau sehingga tidak membuat kalian merasa galau sendiri.

Ketiga, eksplor kota tempat tinggal baru kalian. Kalau pepatah bilang tak kenal maka tak sayang, memang benar. Bagaimana kalian bisa sayang dan nyaman di tempat baru jika belum mengenalnya, oleh karena itu daripada banyak ngelamun mending gunain waktu luangnya untuk kenalan dengan tempat – tempat baru, dan biar makin seru bisa ajak temen – temen kalian.

Keempat, jadilah mahasiswa yang aktif dan bermanfaat. Jangan jadi kupu – kupu, yang terus di kosan kerjaannya cuman rebahan , youTube an, stalking mantan, scroll – scroll sampek ketiduran. Gak worth it banget kan. Rasa sedih karena homesick bisa kalian alihkan dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Menuntut ilmu pun tidak cukup hanya di dalam  kelas, kalian bisa cari kesibukan lain yang bisa menambah pengalaman serta mengasah soft skill entah melalui ikut UKM, ORMAWA,dll. 

Kelima, tata kamar kosan senyaman mungkin. That’s why not kalian menata kamar kosan secantik mungkin bak feed instagram. Sederhana sebenarnya, kalian bisa cukup  mengatur letak barang, penerangan atau yang lain sesuai dengan selera masing – masing. 

Yang terakhir, akrabkan diri dengan penghuni kosan sehingga menjadi seperti keluarga sendiri. Jangan kebanyakan ngurung diri di kamar. Coba deh, sekali – kali ngobrol sama sesama mahasiswa, sama kakak – kakak tingkat yang lebih banyak pengalaman, belanja ke pasar bareng, masak bareng, sambat bareng atau kalau mau tidur bareng juga boleh. You will never regret this decision, because they will be your second family when u’re first isn’t always present ~          

Terlepas dari itu semua kalian juga harus memahami bahwa seorang mahasiswa juga memiliki peran yang sangat kompleks, mulai dari peran moral yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk menentukan pilihannya dan bertenggung jawab dengan pilihan tersebut. Lalu ada peran sosial yang sejatinya mahasiswa tidak hanya bertanggung jawab pada dirinya sendiri melainkan juga pada lingkungan dan orang – orang disekitarnya. Sehingga sebisa mungkin mahasiswa harus memberi kebermanfaatan untuk orang lain atau lingkungan disekitarnya. Sebagai agent of change, control social, serta iron stock, mahasiswa juga memiliki peran intelektual yang diharapkan bisa memberikan perubahan lebih baik dengan intelektualitasnya selama menjalani pendidikan. Dan satu hal lagi yang menjadi kebanggan mahasiswa adalah semangatnya yang membara untuk melakukan sebuah perubahan. Oleh karena itu, siapkan mental yang kuat, manajemen diri dan waktu sebaik mungkin, bijak dalam bertindak dan bergaul, serta tidak lalai akan tanggung jawab akademik  ataupun lainnya sebagai mahasiswa. Good luck,!

Oleh : Dita Riskya Marta – Staf Departemen Pengembangan Akademik & Kajian Sosial Himaistra 2020

Kabinet Sabha Pramukti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Selamat Datang | Audioman by Catch Themes